Suasana malam yang sunyi di sudut kawasan Kota Tua Jakarta selalu berhasil menghadirkan sensasi dingin yang merambat perlahan melalui tengkuk para pecinta cerita misteri.
Langkah kaki yang mengetuk lantai ubin tua sebuah gedung peninggalan era kolonial sering kali menjadi awal dari rangkaian peristiwa tak masuk akal di luar nalar.
Banyak warga lokal meyakini bahwa fenomena ganjil yang sering terjadi di tempat tersebut bukanlah sekadar ilusi optik atau bisikan angin malam biasa yang berlalu.
Pengalaman mistis yang dialami oleh para pengunjung biasanya bermula ketika jarum jam menunjuk angka tengah malam dan penerangan lampu jalan mulai meredup secara perlahan.
Seorang penjelajah sejarah perkotaan bernama Rian membagikan kisahnya saat ia pertama kali melangkah masuk ke dalam bangunan kosong berlantai dua yang sangat luas tersebut.
Ia mengingat jelas bagaimana bau apek bercampur aroma bunga melati yang menyengat mendadak memenuhi ruangan beratap tinggi yang sejatinya sudah terabaikan berpuluh tahun lamanya.
Jejak Suara dari Masa Lalu
Hawa dingin yang menusuk tulang mendadak menyelimuti seluruh tubuhnya padahal termometer ruangan pada ponsel pintarnya masih menunjukkan angka yang cukup tinggi malam itu.
Suara derap sepatu laras panjang yang menyerupai langkah prajurit tempo dulu terdengar sangat dekat di koridor lantai atas yang gelap gulita tanpa cahaya.
Keheningan malam seketika pecah ketika dentang lonceng besi tua berbunyi tiga kali padahal tidak ada mekanisme lonceng yang masih berfungsi di bangunan terbengkalai itu.

