Ketika melangkah menaiki tangga batu yang terjal di Cianjur Jawa Barat, hawa dingin pegunungan menyambut tubuh sembari menyisakan pertanyaan besar tentang siapa sebenarnya arsitek ulung di balik hamparan batu punden berundak ini.
Para arkeolog dan ilmuwan dari berbagai penjuru dunia terus berdebat sengit mengenai penanggalan pasti keberadaan situs magis yang digadang-gadang jauh lebih tua daripada Piramida Giza di Mesir.
Mengunjungi kawasan prasasti batu hitam ini memberikan pengalaman spiritual tersendiri saat jemari menyentuh permukaan balok vulkanik yang tertata rapi membentuk terasering indah di atas bukit.
Banyak pengunjung yang rela berkendara berjam-jam melewati medan berliku demi merasakan ketenangan batin sekaligus memuaskan rasa penasaran mereka terhadap rahasia masa lalu leluhur bangsa Indonesia.
Menatap Ruang Rahasia di Kedalaman Tanah
Pengujian gelombang radar penembus tanah menunjukkan keberadaan struktur rongga misterius yang tersembunyi ratusan meter di bawah permukaan bukit tempat berdirinya batuan megalitikum tersebut.
Penemuan rongga hampa tersebut memicu spekulasi hangat di kalangan peneliti tentang kemungkinan adanya kamar penyimpanan harta atau makam raja kuno yang belum pernah tersentuh tangan manusia.
Sebagian pakar meyakini bahwa bukit Gunung Padang merupakan struktur piramida buatan manusia yang dibangun secara bertahap dalam rentang waktu puluhan ribu tahun silam.
Jika hipotesis mengenai usia situs ini terbukti benar secara ilmiah, kita mungkin harus menulis ulang seluruh narasi sejarah peradaban awal manusia yang selama ini tertulis di buku teks.

