Dari beberapa sumber, diketahui tidak terdapat suku ini di Pesisir Selatan dan Solok Selatan.

Baca Juga: Inilah Lirik lagu Ikan Dalam Kolam Yang lagi Viral di Aplikasi Tik Tok

Di bawah payung suku Koto-Piliang, terdapat banyak suku lain yang bernaung, diantaranya adalah suku Tanjung, suku Guci, suku Sikumbang, Suku Malayu, Suku Kampai, Suku Panai, Suku Bendang. Suku Piliang berdatuk kepada Datuk Ketumanggungan di zaman Adityawarman.

3. Suku Bodi
berasal dari kata Budi atau pohon Bodhi, sebuah pohon yang sering dijadikan oleh pertapa Buddhist.

Konon dulu suku ini adalah penganut Buddhisme yang taat termasuk Datuk Perpatih Nan Sebatang sendiri. suku ini sudah menempati wilayah Sumatera Barat jauh sebelumnya datangnya agama Islam. Bahkan dapat dikatakan bahwa suku ini termasuk pendiri adat Sumatera Barat atau suku nenek moyang orang Sumatera Barat.

Baca Juga: 7 Penyebab Kenapa Anda Belum Juga Menikah Sampai Sekarang, Berikut Penjelasannya

Suku Bodi dan suku Caniago tidak banyak melakukan pemekaran suku sebagaimana suku lainnya yaitu Suku Melayu, Suku Tanjung, Suku Koto dan lainnya.

Suku ini terkenal kompak, barangkali disebabkan faktor adat Perpatih yang mereka anut.Diantara gelar datuk suku Bodi adalah Datuk Sinaro Nan Bandak

Suku Bodi di daerah lain ada yang disebut dengan Suku Budi Caniago atau Suku Bodi Caniago, misalnya di Kenegerian Lubuk Jambi, Kuantan Mudik, Riau.

Baca Juga: Berikut ini Sinopsis Waktu Maghrib Produksi Rapi Film Bergenre Horor

Suku ini tidak banyak tersebar di wilayah Sumatera Barat yang lain seperti halnya saudara dekatnya sendiri yaitu Suku Caniago, Suku Koto dan Suku Piliang. Suku ini kebanyakan terdapat di Kabupaten Tanah Datar (Padang), Padang Pariaman, Bayang dan Tarusan (Pesisir Selatan), dan beberapa nagari lain di Sumatera Barat, Riau, Jambi, Bengkulu, dan perantauan orang Minang.