Ia menilai kolaborasi antara mahasiswa STAIN SAR Kepri dan Institut Agama Islam Miftahul Ulum Tanjungpinang menunjukkan bahwa perbedaan almamater bukan menjadi penghalang untuk bergerak bersama dalam kegiatan kemanusiaan.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Perubahan tidak selalu harus dimulai dari gerakan besar. Terkadang, satu masker yang kita bagikan merupakan langkah kecil untuk menghadirkan kepedulian yang lebih besar,” ungkapnya.
Melalui aksi tersebut, Aliansi Mahasiswa STAIN SAR Kepri berharap semangat solidaritas, kepedulian terhadap lingkungan, dan nilai-nilai kemanusiaan semakin tumbuh di kalangan generasi muda.
Husein menegaskan, mahasiswa tidak hanya dituntut kritis dalam berpikir, tetapi juga harus mampu bergerak secara progresif dan menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.
Aksi pembagian masker ini diharapkan menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa dalam merespons persoalan lingkungan sekaligus menginspirasi generasi muda untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.

