“Santri bisa menjadi apa saja. Mulai dari ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa,” ucap Ansar.
Ia juga mengingatkan para santri agar tetap menjaga tradisi pesantren tanpa menutup diri terhadap perubahan.
Menurutnya, kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman harus berjalan seiring dengan penguatan ilmu pengetahuan dan akhlak.
“Pelihara tradisi pesantren, tetapi jangan pernah takut terhadap perubahan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Ansar berharap para santri mampu mengambil peran nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat, menjaga kerukunan, serta mendorong kemandirian ekonomi dan kepedulian terhadap lingkungan.
Dengan bekal ilmu agama, pengetahuan, dan karakter yang kuat, santri diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang maju dan berdaya saing pada 2045.

