Baca Juga: 7 Keutamaan Dalam Membaca Shalawat Nabi Muhammad SAW, Apa saja ? Berikut Penjelasannya
3. Lakukan Kroscek Sebelum Berpendapat (Tabayun)
Apabila berita yang ditampilkan hanya untuk mencari popularitas dan like dari pembaca tanpa mengindahkan kebenaran dan fitnah yang akan ditimbulkan, hal ini bisa menjadi awal kesalahpahaman.
Fenomena “jemari berbicara”, yaitu kebiasaan untuk asal share tanpa mencari kebenaran beritanya, kerap kali terjadi.
Berita hoaks tersebar karena andil kedua ibu jari kita. Untuk itulah, mencari kebenaran berita menjadi hal wajib sebelum menyebarkannya.
“Dan katakanlah kepada hamba-hamba-Ku: Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang paling baik (benar). Sesungguhnya, setan menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan adalah musuh yang nyata bagi manusia (Q.S Al-Israa’ Ayat 53).
Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Membuka Pelaksanaan MTQ ke 17 Tingkat Kecamatan Tanjungpinang Kota
4.CCTV di Kedua Bahu
Merasa selalu diawasi oleh malaikat utusan Allah di bahu kanan dan kiri semestinya menjadikan tubuh dan akal berpikir sebelum melakukan tindakan.Pengawasan 24 jam semasa detak jantung masih berdebar bukankah cukup untuk menjadi pengendali di setiap perbuatan?
Begitu pula dengan aktivitas di jejaring sosial. Like, komen, atau share kita akan disaksikan dan kelak akan dimintaipertanggungjawaban.
Baca Juga: Peringatan Isra Miraj 1444 H, Ustadz Masrurin Sampaikan Tentang Shalat
5. Ruang Keikhlasan Tanpa Mengumbar Riya
Misi atau niat hanya terjadi satu arah, yaitu kejujuran hati kepada Sang Pemilik Kehidupan.

