Nilai-nilai keislaman, persatuan, cinta Tanah Air, serta penghormatan terhadap perbedaan dinilai penting untuk ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.
Sementara itu, berbagai perlombaan keagamaan yang digelar memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan rasa percaya diri, serta membangun interaksi positif antarsiswa.
Melalui kegiatan tersebut, para siswa juga belajar menjunjung tinggi sportivitas, menghargai kemampuan orang lain, dan mempererat kebersamaan tanpa membedakan tingkat kelas.
Purwaningsih berharap, semangat yang tumbuh dalam peringatan Hari Santri Nasional tidak berhenti setelah kegiatan berakhir, tetapi terus diterapkan dalam keseharian para siswa.
“Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti setelah peringatan Hari Santri selesai. Semangat religius, kebersamaan, dan sikap saling menghargai harus terus tumbuh dalam keseharian siswa,” tuturnya.
Ia menegaskan, sekolah memiliki tanggung jawab untuk mendampingi peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.
Peringatan Hari Santri Nasional 2026 di SMPN 1 Petarukan diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat pendidikan karakter secara berkelanjutan.
Nilai-nilai yang ditanamkan melalui kegiatan tersebut diharapkan tercermin dalam perilaku nyata, mulai dari menghormati guru, menyayangi sesama teman, menjaga kedisiplinan, hingga menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.

