Kemudian, turut diresmikan tiga Batalyon Bantuan Tempur TNI AD yang terdiri dari satu batalyon kavaleri, satu batalyon artileri medan dan satu batalyon artileri pertahanan udara.
Untuk TNI AL dan TNI AU, Presiden juga meresmikan empat Batalyon Infanteri Marinir, tiga Batalyon Parako Pasgat, dua Skadron Udara TNI AU, dua Satuan Radar TNI AU serta satu Skadron Pendidikan TNI AU.
Peresmian 204 satuan baru TNI ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh Presiden Prabowo. Prosesi tersebut kemudian diiringi satu kali tembakan kehormatan meriam Armed.
Setelah itu, Presiden menyerahkan tongkat komando dan lambang satuan kepada perwakilan pimpinan satuan baru.
Salah satu penerima tersebut yakni Pangdam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah Mayjen TNI Rionardo.
Selain Mayjen TNI Rionardo, tongkat komando dan lambang satuan juga diserahkan kepada Pangdam XXIX/Mambruk Mayjen TNI Aminton Manurung, Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga, Pangdam XXVII/Sobe Sonbai Mayjen TNI Thevi Angandowa, Pangdam XXX/Rinambora Mayjen TNI Edi Saputra, Pangdam XXVIII/Moloku Kie Raha Mayjen TNI Dr. Nefra Firdaus serta Pangdiv Parako II Pasgat Kolonel Pas Harry Nugroho.
Peresmian Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah menjadi bagian dari transformasi organisasi pertahanan TNI AD sekaligus memperkuat struktur komando kewilayahan di Provinsi Kepulauan Riau.

