“Kalau di sekolah Putri punya cara belajar sendiri Pak, pakai teknologi. Jadi Putri pakai handphone dan laptop biasa, kemudian dibantu screen reader. Putri bisa mengarsipkan sendiri materi-materi sekolah di laptop,”ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, ibu kandung Putri Reni Alfianty menceritakan pembelajaran yang memerdekakan bagi Putri di sekolah. Kesuksesan Putri hingga masuk ke semifinal ajang bakat internasional ternyata dikonversi pihak sekolah sebagai bentuk Praktik Kerja Lapangan (PKL).
“Jadi waktu di acara (America’s Got Talent_red) itu, Putri bawa name tag sekolahnya dan minta difoto. Saya bilang kenapa?”. Ternyata untuk bukti PKL nya,” terang Ibu Reni.
Sementara ayah Putri, Ismawan Kurnianto kepada Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim menceritakan tentang peran orang tua untuk memaksimalkan talenta Putri. Sejak kecil, Putri sudah diberikan kebebasan untuk memilih.
Ayah Putri melanjutkan ketika Putri memilih untuk bermimpi menjadi diva dunia, Ismawan dan istri kemudian menggambarkan risiko dan tantangan yang kemungkinan akan dihadapi untuk meraih mimpi Putri. Tapi mimpi menjadi diva ternyata sudah teguh dipilih Putri sejak kecil.
Baca Juga: Gubernur Kepri dan Bupati Karimun Bahas Pengembangan Bandara RHA Bersama Menteri Perhubungan
“Kami minta dia yang memilih dan yakin dengan pilihannya. Karena kalau dia tidak yakin dengan dirinya sendiri, saya khawatir Putri di tengah-tengah jalan menyesal. Karena dunia hiburan itu menurut saya paling berat dan jalannya cukup terjal. Tapi Putri bilang “it’s okay, Mah”. Sejak itu kami mendukung penuh mimpinya,” terang Ismawan kepada Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim

