Perbedaan pendapat di antara para ilmuwan lokal maupun internasional justru semakin menambah daya tarik mistis yang menyelimuti keberadaan puncak bukit bersejarah ini.

Sebagian peneliti berargumen bahwa struktur tersebut merupakan bentukan alamiah hasil aktivitas gunung api purba yang membeku dan membentuk rekahan columnar joint secara alami.

Pihak lain memaparkan bukti penanggalan karbon yang mengindikasikan bahwa lapisan terbawah situs ini dibangun sekitar sembilan ribu hingga dua puluh ribu tahun lalu.

Menikmati Suasana Mistik dan Keindahan Alam

Bagi para pencinta perjalanan gaya hidup, berkunjung ke lokasi bersejarah ini memberikan pengalaman spiritual yang tenang di tengah sejuknya udara pegunungan.

Penduduk lokal di sekitar desa kerap menceritakan kisah tutur turun-temurun mengenai asal-usul tempat ini yang dipercaya sebagai lokasi pemujaan raja terdahulu.

Bunyi dentang batu columnar joint yang mampu mengeluarkan nada-nada unik saat ditepuk menambah sensasi ajaib yang sulit ditemukan di destinasi wisata lainnya.

Wisatawan dapat duduk santai di atas hamparan teras batu sambil menikmati suguhan teh hangat lokal yang dipetik langsung dari perkebunan sekitar lereng bukit.

Angin sepoi-sepoi yang berembus di antara celah batuan purba seolah membisikkan cerita-cerita lama yang belum sepenuhnya berhasil diungkap oleh pencerita masa kini.

Pengalaman menikmati matahari terbit dari puncak teras tertinggi memberikan panorama kabut tipis yang menyelimuti perbukitan Cianjur dengan keindahan artistik alami.