Hal tersebut diamini Dubes RI untuk Singapura, Suryopratomo. Menurutnya, fakta bahwa Bintan ini adalah daerah pertama yang dibuka aksesnya untuk pariwisata pasca pandemi covid 19 tidak boleh dilupakan. Setelah dibuka, maka event-event inilah yang menjadi pemicu hadirnya wisatawan asing.

Baca Juga: Seorang Pemuda Tanjungpinang Diringkus Polisi Saat Menjual Sabu Di Wilayah Kijang Kota

“Mudah-mudahan upaya kita bersama terus melobi kepada Dirjen Imigrasi dan Pemerintah Pusat dapat didengar dan kebijakan VoA segera diberlakukan” harapnya.

Sementara itu GM PT. BRC Abdul Wahab selaku penyelenggara acara bersama Trifactor Singapore mengakui event saat ini jumlah pesertanya kurang dari penyelenggaraan sebelum covid19, salah satu penyebab terbesarnya adalah persoalan visa on arrival.

Baca Juga: Pembangunan Pelabuhan Kuala Riau Bertahap Sampai 2027, Gubernur Kepri: Berperan Sebagai Pintu Masuk Utama Logistik

“Kami berharap dengan sangat dengan adanya visa on arrival secara singkat, yang tadinya 50 dollar, menjadi misalnya 10 dollar ini akan lebih memungkinkan ramai peminat yang akan datang untuk berpartisipasi dalam event-event di Bintan” katanya.  (adv)