HARIANMEMOKEPRI.COM – Kepala Staf Korem (Kasrem) 033/Wira Pratama Kolonel Inf Achmad Marzuki menegaskan pentingnya peran santri dalam menjaga persatuan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Hal tersebut disampaikannya usai menghadiri Upacara Peringatan Hari Santri Nasional Tingkat Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tahun 2026 di Gedung Daerah Provinsi Kepri, Tanjungpinang, Kamis (22/10/2026).
Achmad Marzuki hadir mewakili Danrem 033/WP Brigjen TNI Bambang Herqutanto dalam upacara yang dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 1.000 santri dari berbagai daerah di Provinsi Kepri.
Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Tema tersebut menjadi pengingat bahwa santri memiliki peran strategis dalam membangun generasi bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat kebangsaan.
Dalam kesempatan itu, Kasrem 033/WP menyampaikan bahwa Korem 033/Wira Pratama mendukung kontribusi santri dan pesantren dalam memperkuat karakter generasi muda sekaligus menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
“Santri adalah pilar penjaga moral bangsa dan perekat persatuan. Sesuai dengan pesan Hubbul Wathan Minal Iman, cinta tanah air adalah bagian dari iman. Korem 033/WP siap bersinergi dengan pesantren untuk membangun karakter bangsa dan menjaga kondusivitas di wilayah Kepri,” ujar Achmad Marzuki.
Sementara itu, dalam amanat Menteri Agama RI yang dibacakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad, ditegaskan bahwa peringatan Hari Santri setiap 22 Oktober merupakan momentum untuk mengenang jasa ulama dan santri dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Salah satu peristiwa bersejarah yang menjadi latar belakang peringatan tersebut adalah Resolusi Jihad yang dicetuskan Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober 1945.
Seruan tersebut menjadi pemantik semangat perjuangan dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Selain menjaga nilai-nilai agama, santri masa kini juga diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi tanpa meninggalkan akhlak mulia.
Peran tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan masa depan sekaligus mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Pemerintah juga terus memperkuat posisi pesantren melalui pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Keberadaan pesantren diharapkan semakin optimal dalam menjalankan tiga fungsi utama, yakni pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
Upacara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua TP PKK Kepri Dewi Kumalasari Ansar, Sekda Kepri Misni, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Danlanal Bintan Kolonel Laut (P) Wityuda Timortimur Suratmono, Kapolresta Tanjungpinang Kombes Pol Indra Ranu Dikarta, serta sejumlah unsur Forkopimda dan tokoh masyarakat Kepri.
Melalui peringatan Hari Santri Nasional 2026, sinergi antara TNI, pesantren, dan masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan, mempererat persaudaraan, serta menjaga keutuhan NKRI, khususnya di wilayah Kepulauan Riau.

