Namun, kondisi itu tidak mengurangi semangat pemerintah daerah untuk menyukseskan penyelenggaraan sekaligus mendorong atlet Tanjungpinang meraih prestasi terbaik.
Ia menjelaskan, Porprov VI Kepri sebelumnya direncanakan digelar di Kabupaten Lingga.
Namun, karena Lingga belum siap, kesempatan tersebut kemudian ditawarkan kepada Batam. Setelah Batam juga belum siap, Tanjungpinang akhirnya ditunjuk sebagai tuan rumah.
Lis berharap penyelenggaraan Porprov kali ini dapat memberikan kontribusi terhadap perputaran ekonomi daerah.
Terlebih, posisi pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang saat ini berada di peringkat ketiga di Provinsi Kepri setelah Batam dan Bintan.
Posisi tersebut menunjukkan peningkatan dibandingkan awal 2025, ketika Tanjungpinang masih berada di urutan keenam.
“Sehingga tentunya pelaksanaan ini, harapan kita, ada pengaruhnya terhadap sektor ekonomi bagi masyarakat kita,” ujarnya.
Selain dampak ekonomi, Lis turut menyoroti peluang kontingen Tanjungpinang untuk meraih gelar juara umum.
Berdasarkan klasemen sementara per 31 Oktober 2026 pukul 23.00 WIB, Tanjungpinang masih berada di posisi teratas dengan raihan 10 medali emas, unggul dari Kota Batam yang mengoleksi tujuh medali emas.
“Yang jelas sekarang posisi kita masih paling atas. Nanti kita lihat dengan adanya pertandingan-pertandingan lainnya,” ungkap Lis.
Lis mengatakan, pada Porprov sebelumnya Tanjungpinang berada di posisi kedua. Karena itu, ia berharap status tuan rumah tahun ini mampu menjadi penyemangat tambahan bagi para atlet untuk meningkatkan prestasi dan membawa pulang gelar juara umum.

