Menyusuri perbukitan hijau di kawasan Cianjur Jawa Barat membawa langkah kaki kita pada hamparan balok batu vulkanik hitam yang menyimpan misteri besar peradaban purba Nusantara.

Para peneliti lokal maupun internasional hingga kini terus berupaya keras menguak struktur teras berundak Gunung Padang yang diperkirakan berusia jauh lebih tua daripada Piramida Giza di Mesir.

Keberadaan situs megalitikum megah yang berpadu sempurna dengan keindahan panorama alam di sekitarnya ini senantiasa memicu silang pendapat hangat di antara kalangan arkeolog serta geolog ternama.

Ketika melangkah pelan di antara tumpukan batu columnar joint yang tersebar melimpah di puncaknya, kita seolah terlempar kembali ke masa ribuan tahun sebelum masehi dengan segala kerahasiaannya.

Masyarakat setempat sejak dahulu meyakini bahwa lokasi bertingkat lima ini dulunya merupakan tempat ritual suci sekaligus pusat berkumpulnya para pemuka adat kuno di tanah Pasundan.

Situs Megalitikum Terbesar yang Menyimpan Jejak Teknologi Kuno

Metode pemanduan penanggalan karbon pada sampel lapisan tanah mendalam menunjukkan indikasi kuat bahwa aktivitas konstruksi manusia di tempat ini telah berlangsung dalam beberapa tahap zaman berbeda.

Lapisan teratas yang sering kita saksikan dalam pelbagai dokumentasi foto perjalanan menyajikan ribuan balok batu bersudut banyak yang tersusun sangat rapi tanpa menggunakan semen perekat modern.

Hasil pemindaian teknologi radar geolistrik menembus tanah justru menemukan rongga misterius serta struktur dinding buatan tangan manusia yang terkubur belasan meter di bawah permukaan tanah saat ini.