Scroll untuk baca artikel
Tanjungpinang

Terdapat 279 Keluarga Beresiko Stunting di Kelurahan Tanjung Unggat, Camat Bukit Bestari Jalankan 4 Program

11
×

Terdapat 279 Keluarga Beresiko Stunting di Kelurahan Tanjung Unggat, Camat Bukit Bestari Jalankan 4 Program

Sebarkan artikel ini
Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdullah saat pimpin rapat koordinasi penanganan stunting di Aula Kantor Lurah Tanjung Unggat

HARIANMEMOKEPRI.COM — Wakil Walikota Tanjungpinang pimpin Rapat Koordinasi dan Evaluasi Beresiko Stunting di Kelurahan Tanjung Unggat, Kamis (03/2023).

Dalam Rakor itu, Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdullah mengungkapkan dalam hal ini mendiskusikan dengan TPK ( Tim Pelaksana Kegiatan) baik Kelurahan maupun Kecamatan untuk mengatasi dan mengantisipasi resiko stunting di Kota Tanjungpinang.

Baca Juga: Terkait Kenaikan Tarif Pas Pelabuhan Sri Bintan Pura, Ombudsman RI Perwakilan Kepri Minta Libatkan Masyarakat

“Kita bersama teman-teman TPK Kelurahan dan Kecamatan dalam rangka mengatasi serta mengantisipasi resiko stunting yang ada di Kota Tanjungpinang. Karena terdata resiko stunting di Kota Tanjungpinang karena di dukung beberapa indikator yang mendukung untuk resiko stunting sekarang ini sebanyak 8.418,” jelas Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdullah.

Dari angka tersebut Pemko Tanjungpinang melakukan pengecekkan pada masing-masing Kelurahan salah satunya pada Kelurahan Tanjung Unggat dengan memiliki 279 Keluarga beresiko stunting. Setelah itu baru dilihat apa yang sudah dilakukan pemerintah untuk mengatasi agar tidak terjadinya stunting.

Baca Juga: Berkunjung Ke Pulau Penyengat, Dubes UEA Abdulla Salem Dukung Pelestarian Kitab Dan Manuskrip Kuno

“Karena semua sudah dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga, Pil KB, Kelurahan dan Ibu – Ibu PKK. Kita hanya ingin melihat apakah menurunkan stunting atau tidak. Tapi kalau stunting di Tanjung Unggat hanya ada Bayi di bawah usia tahun (Baduta) sebanyak 8 orang,” ungkapnya.

Dari jumlah 8 orang itu, Wakil Walikota Tanjungpinang Endang Abdullah melanjutkan saat ini sedang dilakukan intervensi dengan pemberian makanan tambahan sekaligus pola gizinya. Ia bersyukur dalam penanganan stunting saat ini sudah semakin menurun dengan perlakuan khusus serta melakukan evaluasi setiap satu bulan sekali.

Baca Juga: Danrem 033 WP Salurkan Sarapan Merah Putih Serta Cek Kesiapan Kunjungan Presiden RI

“Alhamdulillah semakin hari makin menurun karena ada perlakuan itu, dan juga setiap satu bulan sekali kita evaluasi ternyata intervensi yang kita berikan kepada Baduta yang stunting ada peningkatan seperti kenaikan tinggi dan berat badan,” tutur Endang Abdullah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *