Baca Juga: Seorang Pemuda diringkus Polisi Akibat Menghamili Anak Bawah Umur Hingga 8 Bulan

“Pada hari rukyat, 29 Syakban 1444 H, ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah di atas ufuk, berkisar antara 6 derajat 46,2 menit sampai dengan 8 derajat 43,2 menit, dengan sudut elongasi antara 7,93 derajat sampai dengan 9, 54 derajat,” jelas Kamaruddin Amin

Artinya, secara hisab, pada hari tersebut posisi hilal awal Ramadhan di Indonesia telah masuk dalam kriteria baru MABIMS. Menurut yang dicantumkan baru MABIMS, imkanur rukyat dianggap memenuhi syarat apabila posisi hilal mencapai ketinggian 3 derajat dengan sudut elongasi 6,4 derajat. 

Lantas kapan awal Ramadhan 1444 H, Kamaruddin mengatakan masih menunggu hasil Rukyatul hilal. Kemenag telah menetapkan 124 lokasi titik Rukyatul Hilal di seluruh Indonesia. 

Baca Juga: Berikut Jam Operasional Tempat Hiburan Malam dan Rumah Makan Selama Bulan Ramadhan 1444 H

Rukyatul hilal tersebut akan dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerjasama dengan Peradilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain, di daerah setempat