Tanjungpinang — Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tanjungpinang melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda) IV di Asrama Haji Tanjungpinang, pada Minggu (28/08) pagi.
Musda ini merupakan forum permusyawaratan organisasi di kalangan para ulama, zuama dan cendekiawan muslim Indonesia yang diadakan secara rutin sekali dalam 5 tahun.
Ketua Panitia Musda Broto Sumpeno dalam laporannya mengatakan bahwa peserta Musda sebanyak 40 peserta yang terdiri dari Dewan Pertimbangan MUI Tanjungpinang, Utusan MUI Tanjungpinang, Utusan MUI Kecamatan Tanjungpinang, Ormas, dan Tokoh Masyarakat serta dari Pesantren.
“Sedangkan untuk pembiayaan Musda IV MUI Kota Tanjungpinang ini ada bantuan dari APBD dan sumbangan anggota yang tidak mengikat,” ucapnya.
Sementara Ketua MUI Kota Tanjungpinang yang telah habis masa khidmahnya pada hari ini, DR Fauzi S. Ag. M.Si., Ph.D dalam sambutannya menyampaikan bahwa pada masa kepimimpinannya, MUI Kota Tanjungpinang mengalami cobaan yang luar biasa, mulai dari nihilnya anggaran sampai sulitnya melaksanakan kegiatan keagamaan.
“Kami fahami semua itu, dikarenakan memang semua anggaran tersedot kepada bagaimana mengatasi Covid 19,” ucapnya.
Acara Musda ini dibuka oleh Ketua MUI Provinsi Kepri KH Bambang Maryono yang dalam sambutannya berterima kasih atas bhakti dan khidmah pengurus MUI Kota Tanjungpinang masa Bhakti 2017 – 2022.
“Salah satu Fungsi dari Musda IV, Evaluasi kinerja MUI, hal baik kita dukung kita pertahankan, tapi baru kita ambil dalam rangka perbaikan,” ucapnya.
Bambang juga mendokan pengurus terpilih, nantinya bisa membawa MUI Kota Tanjungpinang bisa lebih baik kedepan dalam rangka perbaikan.
“Semua dalam rangka perbaikan, karena hidayah itu hanya milik Allah, namun kita wajib berusaha untuk itu,” ujarnya.










