HARIAN MEMO KEPRI, LOMBOK – Bus rombongan wisatawan Kantor Cabang Pelayanan Dinas Pendapatan Provinsi Jawa Barat Wilayah I Sumber Kabupaten Cirebon, terperosok ke jurang di Malambung, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat, kemarin (28/1) pukul 10.30 Wita. Dalam insiden tersebut, tiga penumpang tewas. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus membenarkan, adanya kejadian kecelakaan tersebut. Menurut informasi yang dilaporkan, kata Yusri, pada Jumat sekitar pukul 22.00 WIB sebanyak 30 orang PNS dan karyawan bantuan Cabang Dispenda menuju Bandara Soekarno Hatta dengan menggunakan satu unit bus. ”Saat itu, rombongan dipimpin Kepala Cabang Dispenda Jabar Wilayah 1 Sumber yaitu Beni. Pada Sabtu, sekitar pukul 03.00 WIB, rombongan tiba di Bandara Soekarno Hatta Tangerang. Kemudian pada pukul 03.30 WIB, rombongan memasuki pesawat dan take off  tujuan Lombok NTB,” kata Yusri. Kepada Bandung Ekspres (Jawa Pos Group), Yusri menceriakan, sekitar 04.15 Wita rombongan tiba di Bandara Internasional Lombok. Rombongan beristirahat di sekitar bandara. Pukul 05.30 Wita, rombongan menggunakan satu unit bus menuju ke lokasi wisata. ”Namun, sekitar Pukul 10.00 Wita, bus rombongan mengalami kecelakaan masuk ke jurang. Sehingga terdapat korban jiwa di TKP hingga meninggal dunia, yakni Jajat Jatnika warga Perumahan Dawuan Tengahtani, Kabupaten Cirebon dan Wawan Hernawan warga Perum GSA Tukmudal Sumber Kabupaten Cirebon. Keduanya merupakan PNS Dispenda Provinsi Jabar,” tuturnya. Selain Jajat dan Wawan, menyusul ada korban lain yang meninggal dunia. Namun hingga kemarin sore, identitas korban belum diketahui. Yusri menjelaskan, saat itu rombongan akan menuju ke Pantai Kaliantan. ”Jalanan di wilayah itu bermedan naik turun dan diprediksi sewaktu menurun mobil kehilangan kendali akibat rem blong,” jelasnya. Kepala Satuan Polisi Lalu Lintas Polres Lombok Utara AKP Agus Pujianto mengatakan, bus pariwisata Bramasta Trans dengan nomor polisi L 7018 LL diduga jatuh ke jurang setelah tidak mampu naik tanjakan di kawasan Pantai Malimbu. ”Dugaan sementara bus tersebut tidak kuat naik tanjakan sehingga mundur ke bawah lalu jatuh ke dalam jurang sedalam sekitar tujuh meter,” katanya. Kepala Puskesmas Nipah Naspudin mengatakan, korban yang dibawa puskesmasnya untuk mendapat penanganan ada 15 orang. ”Tadi ada beberapa orang yang dibawa langsung dari lokasi ke Mataram,” ujar Nipah pada Lombok Post (Jawa Pos Group). Dijelaskannya, 15 orang tersebut keseluruhan penumpang bus, sementara ada beberapa korban termasuk sopir dan kernet bus dibawa langsung dari lokasi kejadian ke rumah sakit yang ada di Mataram. Menurut Naspudin dari keterangan beberapa penumpang jumlah total penumpang 23 orang termasuk sopir dan kernet. Ditambahkannya, untuk mengevakuasi seluruh korban ke Mataram, pihaknya meminta bantuan mobil ambulans dari puskesmas lain yang ada di Lombok Utara untuk mengevakuasi korban ke Mataram. ”Tadi sempat kekurangan mobil jadi kita minta bantuan dari puskesmas lain, ini masih proses evakuasi ke Bhayangkara,” katanya. (yul/fik/yuz/JPG) Sumber : JawaPos