HARIAN MEMO KEPRI, JAKARTA – Hari Lebaran maupun hari besar umat beragama, pasti sering melihat orang-orang memberikan uang lebaran atau Tunjangan Hari Raya(THR). Akan hal itu, Masyarakat banyak yang berburu uang rupiah keluaran terbaru yang saat ini di gandrungi orang ramai untuk dibagi-bagikan sebagai THR. Karena itu, untuk mewaspadai adanya peredaran uang palsu bagi yang ingin menukarkan uang, diharapkan untuk teliti dan berhati-hati. Kebanyakan, Bank-bank juga menyediakan jasa bagi penukaran uang dan begitu terdapat pula beberapa orang yang segaja mengambil kesempatan untuk menjadi calo dalam penukaran uang tersebut. Tentu, dalam hal ini mendapat perhatian Lembaga Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Republik Indonesia (LPKTN-RI) dalam mengawasi para nasabah agar tidak dirugikan orang-orang yang segaja menukarkan uang asli dengan uang palsu dalam pecahan kecil. “Tidak ada yang tidak mungkin, selagi ada kesempatan, para kriminal penyebar uang palsu juga dapat menyebarkan uang palsu pada moment seperti ini,” jelas Dirjen LPKTN-RI, Dedi Utomo, melalui Kadiv Humas dan Informasi Publik, Cecep Supriyatna, Rabu, (21/2017). Lanjutnya, maraknya peredaran uang kecil tersebut, sangat mungkin beredarnya uang palsu dalam pecahan kecil juga. “Kan bisa jadi, kenapa tidak, peredaran uang palsu tidak hanya dalam pecahan Rp100.000 dan Rp 50.000 bisa jadi yang pecahan kecil,”ujarnya. Dia menambahkan, sesuai dengan pemberitahuan oleh Pihak Bank Indonesia, bahwa harus melakulan gerakan 3D dalam mendeteksi keberadaan uang palsu. “Memang terdengar sepele, bahawa untuk mengetahui uang asli dan palsu tentu ada caranya, yakni Dilihat, Diraba dam Diterawang, ya tentu masyarakat Indonesia juga sangat memahami cara ini,”katanya. Dia mengaharapkan, Masyarakat harus teliti serta berhati-hati, dan jika menemukan uang palsu segera melaporkan ke pihak yang berwajib. “Jika menemukan uang palsu yang beredar pada saat moment seperti ini, harus lapor ke pihak yang bewajib, biar segera di antisipasi dan tentu ada tindakan hukumnya,”tutupnya. (CR003)