HarianMemoKepri.com, Hukrim – Birahi liar, Cokrom alias Ompong, 50, tega mencabuli anak gadis tetangganya yang mengidap tuna wicara. Hanya sekali “disetrum” gadis berusia 15 tahun itu langsung ‘melendung’. Perbuatan bejad tukang becak ini dilakukan di rumah korban di Lontar Baru, Kota Serang disaat kedua orang tua korban tidak berada di rumah, Selasa, (30/1). Dilansir dari poskota.com, tersangka Cokrom diringkus  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Serang n tak jauh dari rumahnya. Akibat perbuatannya ini, lelaki yang sudah mempunyai 3 cucu ini diganjar Pasal 81 Jo Pasal 82 UU No 35 tentang perbuatan cabul terhadap anak dibawah umur. Diperoleh keterangan dari tersangka yang mengaku sudah kenal dengan korban masuk rumah korban ketika mengetahui kedua orang tua korban tidak berada di rumah. Pelaku berpura-pura memperbaiki kipas angin. “Kebetulan kipas anginnya rusak, jadi saya masuk rumah pura-pura memperbaiki,” kata Ompong ditemui di ruang pemeriksaan Unit PPA. Yakin jika di rumah itu hanya korban seorang, Cokrom menarik gadis bisu yang duduk disamping masuk ke dalam kamar tidur. Korban berontak namun tidak bisa teriak karena memang tuna wicara. Di kamar ini korban diperkosa. Usai melampiaskan nafsu bejadnya, tersangka mengancam akan membunuh jika menceritakan kepada orang tuanya. Korban yang ketakutan tak berani bercerita. Hanya saja, karena hamil, perilaku korban diketahui keluarganya. Awalnya sulit terus terang, tapi setelah dinyatakan positif hamil 3 bulan oleh dokter puskesmas, ina langsung menunjuk Cokrom sebagai pelakunya. Tak terima anak gadinya dihamili tukang becak, peristiwa itu dilaporkan ke Mapolres Serang. Berbeka dari laporan itu, tim Unit PPA yang dipimpin Ipda Juwandi langsung bergerak. Tanpa butuh waktu yang lama, tersangka berhasil ditangkap. AKP Arrizal Samelino, Kasat Reskrim Polres Serang membenarkan pihaknya telah mengamankan Cokrom alias Ompong yang diduga sebagai pelaku cabul. Dari pemeriksaan, kata Kasat, tersangka mengakui telah mencabuli korban. “Tersangka mengakui dan mengaku memang khilaf karena tertarik dengan wajah dan tubuh korban,” kata Kasat. (Red)