Tanjungpinang – Warga di Simpang Tiga Jalan Ganet Tanjungpinang Timur dikejutkan dengan adanya satu unit rumah toko ( ruko ) King Laundry yang hangus terbakar api, Selasa ( 11 /05 ) malam.
Terlihat lima unit armada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta dua unit suplai air dari BPBD Kota Tanjungpinang tiba dilokasi untuk memadamkan si jago merah.
Atas kejadian tersebut masyarakat banyak yang menyaksikan sehingga menimbulkan kemacetan.
Ajo Novri saksi mata yang juga memiliki rumah makan bersebelahan langsung dengan King Laundry mengatakan, sekitar habis buka puasa atau pukul 18:30 WIB melihat ada gumpalan asap dan api sementara pemilik ruko tidak berada di tempat.
Petugas DPKP saat melakukan pendinginan ( foto : Indrapriyadi/Harianmemokepri.com )
“Kobaran api ada didalam seluruh pintu terkunci sedangkan pemilik ruko pergi berbuka puasa pada 17:30 WIB di Km IX, kita tidak tahu apakah percikan api ataupun konsleting listrik, saya sudah menghubungi pemiliknya untuk segera membuka pintu namun api sudah cepat menyambar, sehingga warga sekitar langsung mendobrak pintu sambil membawa air agar api tidak merambat,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas DPKP Tanjungpinang Hantoni yang ikut turun langsung di TKP menjelaskan bahwa Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan mendapatkan laporan dari warga yang melaporkan terkait terjadinya kebakaran.
“Sekitar pukul 18:30 WIB atau tepatnya habis buka puasa langsung kita mengerahkan semua armada baik di Pos Bincen, Pos Sukaberenang, Pos Senggarang, bahkan pos yang ada di Dompak kita turunkan untuk memadamkan api yang terjadi di Simpang Ganet, hingga saat ini pemilik ruko tersebut kami belum mengetahui tetapi penyewanya bernama Wulan dan Iwan,” ucap Hantoni.
Adapun Ruko tersebut, lanjut Hantoni, digunakan untuk aktivitas laundry, dari laporan saat berada di lokasi ada percikan api, namun hingga saat ini belum bisa dipastikan awal percikan api berasal.
“Dugaan saat ini benar karena adanya arus pendek listrik yang menyambar barang-barang yang mudah terbakar, langkah penyemprotan dengan busa juga dilakukan mengingat lokasi kejadian banyak barang yang mudah terbakar serta adanya barang elektronik laundry, ” lanjutnya.
Dirinya belum dapat memastikan berapa kerugian yang dialami oleh pemilik ruko tersebut dikarenakan masih dilakukan pendataan lebih lanjut.










