Harianmemokepri | Tanjungpinang — Sebanyak 30 orang penyair didaulat untuk membacakan hasil karyanya rangkaian acara Festival Sastra Internasional Gunung Bintan 2019 dipinggir Hotel Bintan Beach Resort (BBR) Kota Tanjungpinang, Selasa ( 29 / 10 ).
Siap membacakan puisi, para penyair berbagai provinsi dan luar negeri ini dikejutkan oleh rangkaian kegiatan yang telah dipersiapkan panitia pelaksana. Salah satunya adalah pesta asam pedas ikan sembilang dan parade pembacaan puisi yang hasil karyanya akan dimasukkan ke dalam buku antologi jazirah 2.
Banyak pesan dan kegundahan yang di sampaikan oleh para penyair, diantaranya puisi karya Tarmizi dengan judul surat rumah hitam musim utara husnu abadi.
Berikut petikan puisi karya Tarmizi.
Surat rumah hitam musim Nusantara.
Bismillahirramanirrahim.
Salam pada alam, langit dan bumi
Salam bagimu laut musim utara
Dengan Hormat,
Kutulis surat ini ketika gelombang menggila di musim utara.
Tak berarti aku ingin bercerita tentang laut
Sebab kau tahu, laut kita bahasa lara
Dalam bilangan hari-hari berpeluh duka.
Saudaraku, telah lama aku tidak berkirim kabar kepadamu
Pun, aku hanya kau kirimi riak ombak memecah pantai
Di halaman rumah kita, Sekarang jadi hamparan pandang kepiluan
Tapi, seperti ku kabarkan sebelumnya aku telah pahatkan tekat
Menjaga pelantar tua rumah kita
Saudaraku, aku tak ingin lagi mengirimu kabar duka.
Sebab ku tahu, lara yang kita punya satu dalam nafas yang tersisa.
Penulis | Indrapriyadi









